Skip to main content

Posts

Showing posts with the label John C Maxwell

21: 3. Hukum Proses 2/4 Empat Fase Pertumbuhan Kepemimpinan

Entah Anda memiliki kemampuan memimpin yang alami atau tidak, perkembangan serta kemajuan Anda mungkin akan terjadi menurut empat fase berikut ini: Fase 1 - Saya Tidak Tahu Apa Yang Tidak Saya Ketahui Kebanyakan orang tidak menyadari nilai kepemimpinan. Mereka percaya bahwa kepemimpinan itu hanyalah untuk sementara orang - untuk orang-orang di puncak tangga perusahaan. Mereka tidak tahu kesempatan-kesempatan apa yang mereka lewatkan jika mereka tidak belajar memimpin. Hal ini saya sadari ketika seorang presiden kampus mengatakan kepada saya bahwa hanya sedikit siswa-siswi yang mendaftarkan diri untuk kursus kepemimpinan yang ditawarkan sekolah. Mengapa? Hanya sedikit yang menganggap dirinya pemimpin. Seandainya mereka tahu bahwa kepemimpinan adalah pengaruh, dan bahwa setiap harinya kebanyakan individu berusaha mempengaruhi setidaknya empat orang lainnya, mungkin hasrat mereka akan timbul untuk mempelajari lebih banyak tentang topik ini. Sungguh patut disayangkan, karena selama seseor...

21: 3. Hukum Proses 1/4

Kepemimpinan Berkembang Setiap Hari Bukan Dalam Satu Hari Anne Scheiber berusia 101 tahun ketika meninggal pada bulan Januari 1995. Selama bertahun-tahun ia tinggal di sebuah apartemen studio yang mungil di Manhattan. Cat dindingnya sudah mengelupas, dan rak-rak buku yang memenuhi dindingnya sudah penuh dengan debu. Biaya sewanya empat ratus dolar per bulan. Scheiber hidup dari Tunjangan Sosial dan pensiun bulanan yang kecil, yang mulai diterimanya sejak tahun 1943 ketika ia pensiun sebagai auditor Internal Revenue Service (Dirjen Pajak Amerika). Prestasinya tidak begitu baik di IRS. Lebih tepatnya, Dirjen tersebut tidak baik terhadapnya. Walaupun ia memiliki gelar di bidang hukum dan prestasi kerjanya sangat baik, ia tak pernah dipromosikan. Dan ketika ia pensiun di usia lima puluh satu tahun, pendapatannya hanya sebesar $3,150 per tahun. "Ia diperlakukan sangat tidak baik", kata Benjamin Clark, yang mengenalnya. "Ia benar-benar harus membela dirinya dalam segala hal. ...

21: 2. Hukum Pengaruh 4/4 Kepemimpinan Tanpa Pengungkit

Saya kagum dan hormat pada kepemimpinan teman baik saya, Bill Hybels, pendeta senior dari Willow Creek Community Church di Barrington Selatan, Illinois, gereja terbesar di Amerika Utara. Kata Bill ia percaya bahwa gereja adalah lembaga yang paling sarat dengan kepemimpinan dalam masyarakat. Banyak usahawan yang saya kenal terkejut ketika mendengar pernyataan tersebut, namun saya rasa Bill benar. Apakah dasar dari keyakinannya itu? Kepemimpinan berdasarkan posisi tidaklah berlaku dalam organisasi di mana anggotanya bergabung sebagai sukarelawan. Karena tidak memiliki pengungkit - atau pengaruh - ia menjadi tidak efektif. Dalam organisasi-organisasi lainnya, orang yang memegang posisi kepemimpinan memiliki pengungkit yang luar biasa. Dalam militer, para pemimpin dapat menggunakan pangkat dan, jika upaya lainnya gagal, dapat melempar orang ke dalam penjara. Dalam bisnis, para boss memiliki pengungkit luar biasa dalam bentuk gaji, tunjangan, serta kesejahteraan. Kebanyakan pengikut akan be...

21: 2. Hukum Pengaruh 3/4 Siapakah Pemimpin yang Sesungguhnya?

Secara pribadi saya belajar Hukum Pengaruh ini ketika untuk pertama kalinya bekerja setelah lulus kuliah, di sebuah gereja kecil di pedalaman Indiana. Saya masuk kerja dengan semua jabatan yang tepat. Saya direkrut menjadi pendeta seniornya, yang berarti saya memiliki posisi dan gelar sebagai pemimpin dalam organisasi tersebut. Saya punya gelar sarjananya kok. Saya bahkan sudah dibabtis. Selain itu, saya telah dilath oleh Ayah saya yang adalah seorang pendeta yang sempurna dan pemimpin yang baik reputasinya. Semuanya itu membuat riwayat hidup saya meyakinkan - namun tidak menjadikan saya seoarang pemimpin. Pada rapat dewan pertama saya, saya segera tahu siapa pemimpin yang sesungguhnya di gereja itu (akan saya ceritakan keseluruhan kisah ini dalam Hukum E.F. Hutton). Ketika saya pindah ke posisi lain tiga tahun berikutnya, saya telah belajar Hukum Pengaruh. Saya sadar bahwa kerja keras dibutuhkan untuk mendapatkan pengaruh di organisasi manapun dan mendapatkan hak penuh untuk menjadi p...

21: 2. Hukum Pengaruh 2/4 Lima Mitos tentang Kepemimpinan

Ada banyak konsepsi yang keliru serta mitos yang dirangkul orang tentang para pemimpin serta kepemimpinan. Berikut ini adalah lima yang umum: 1. MITOS MANAJEMEN Ada suatu kesalahmengertian yang luas bahwa memimpin serta mengelola itu sama. Hingga beberapa tahun lalu, buku- buku yang mengklaim membahas kepemimpinan sering kali hanyalah membahas tentang manajemen. Perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa kepemimpinan itu adalah soal mempengaruhi orang lain sehingga menjadi pengikut, sementara manajemen memfokuskan pada sistim serta proses. Seperti yang dikomentari oleh mantan pimpinan puncak merangkap Direktur Utama Chrysler, Lee Iacocca, "Terkadang bahkan manajer yang terbaikpun menjadi anak kecil dengan seekor anjing besar, menunggu ke mana anjingnya itu ingin pergi agar ia dapat membawanya ke sana." Cara terbaik untuk menguji apakah seseorang dapat memimpin ketimbang hanya mengelola adalah dengan memintanya untuk menciptakan suatu perubahan positif. Para manajer dapat me...

21: 2. Hukum Pengaruh 1/4

Ukuran Sejati dari Kepemimpinan adalah Pengaruh - Tidak Lebih, Tidak Kurang JIKA ANDA TIDAK PUNYA PENGARUH, Anda takkan pernah dapat memimpin orang lain. Lalu, bagaimanakah caranya Anda mengukur pengaruh? Berikut ini adalah sebuah kisah untuk menjawabnya. Di akhir musim panas tahun 1997, orang dikejutkan oleh dua peristiwa yang terjadi dalam waktu terpisah kurang dari satu minggu: meninggalnya Puteri Diana dan Ibu Teresa. Di permukaannya, kedua wanita ini sangat berbeda. Yang satu adalah puteri yang jangkung, muda, serta glamour, dari Inggris, yang bergaul di kalangan atas. Yang lain, seorang penerima Hadiah Perdamaian Nobel, adalah seorang biarawati Katolik mungil yang sudah tua, yang lahir di Albania, yang melayani warga yang termiskin di Calcutta, India. Yang luar biasa adalah dampak keduanya sangat mirip. Dalam jajak pendapat tahun 1996 yang diterbitkan oleh harian Daily Mail di London, Puteri Diana serta Ibu Teresa dianggap sebagai dua orang paling peduli di dunia. Itu takkan ter...

21: 1. Hukum Katup 3/3 Untuk Mengubah Jalannya Organisasi, Gantilah Pemimpinnya

Kemampuan memimpin selalu merupakan katup terhadap keefektifan pribadi maupun organisasional. Jika daya kepemimpinannya kuat, katupnya terbuka lebar. Namun jika tidak, maka keberhasilan orgagnisasinya akan terbatas. Itulah sebabnya mengapa di masa sulit, dengan sendirinya organisasi-organisasi mencari pemimpin baru. Jika negara mengalami masa sulit, akan dipilih presiden baru. Jika perusahaan mengalami kerugian, akan dicari Direktur Utama baru. Jika gereja kehilangan umatnya, akan dicaripendeta senior baru. Jika sebuah tim olahraga terus kalah, akan dicari pelatih kepala yang baru. Hubungan antara kepemimpinan dengan keefektifan sangat nyata dalam bidang olahraga. Umpamanya, jika Anda meneliti organisasi-organisasi olahraga, yang menjadi masalah jaranglah talenta timnya. Kepemimpinan sang pelatihlah - serta beberapa pemain kunci - yang membuat perbedaan. Untuk mengubah keefektifan tim, tingkatkanlah kepemimpinan sang pelatih. Itulah Hukum Katup. Tim olahraga yang memiliki sejarah panja...

21: 1. Hukum Katup 2/3 Kisah Dibalik Kisah

Memang benar bahwa kakak beradik McDonalds itu sudah mapan secara keuangan. Restoran mereka adalah yang paling menguntungkan di seluruh penjuru negara ketika itu, dan mereka sulit membelanjakan uang mereka ketika itu. Kejeniusan mereka adalah pada bidang layanan pelanggan serta organisasi dapur. Talenta itu membuat terciptanya sistim layanan hidangan yang baru. Malah, talenta mereka begitu dikenal dalam lingkungan usaha makanan sehingga orang mulai menulis surat kepada mereka dan mengunjungi mereka dari seluruh penjuru negara untuk mempelajari metode mereka. Pernah, mereka mendapatkan telepon serta surat terbanyak 300 setiap bulannya. Hal itu membuat mereka berpikir akan gagasan memasarkan konsep McDonald's. Gagasan waralaba restoran bukanlah barang baru ketika itu, malah sudah dikenal selama beberapa dekade. Bagi kakak beradik McDonald, tampaknya gagasan waralaba itu sungguh menarik. Pada tahun 1952, mereka memulainya, namun gagal. Alasannya sederhana. Mereka tidak memiliki kepemi...

21: 1. Hukum Katup 1/3

Kemampuan Memimpin Menentukan Tingkat Keefektifan Seseorang SERING KALI SAYA MEMBUKA KONFERENSI KEPEMIMPINAN SAYA dengan menjelaskan Hukum Katup ini karena membantu orang memahami nilai kepemimpinan. Jika Anda dapat menguasai hukum ini, akan Anda lihat dampak kepemimpinan yang luar biasa pada setiap aspek kehidupan. Maka inilah dia: Kemampuan memimpin adalah katup yang menentukan tingkat kefektifan seseorang. Semakin rendah kemampuan seseorang untuk memimpin, semakin sedikit katup yang terbuka bagi potensinya. Semakin tinggi kepemimpinannya, semakin besar keefektifannya. Untuk memberikan contoh, jika kepemimpinan Anda bernilai 8, maka kefektifan Anda tidak akan pernah lebih besar dari pada 7. Jika kepemimpinan Anda hanya bernilai 4, maka kefektifan Anda takkan pernah lebih dari 3. Kemampuan Anda memimpin - entah baik atau buruk -  selalu menentukan keefektifan Anda serta potensi dampak organisasi Anda.

21 Irrefutable Laws of Leadership

21 Hukum Kepemimpinan yang Sejati, itu adalah judul versi Bahasa Indonesia-nya terbitan Interaksara, salah satu buku favorit aku yang tidak pernah bosen di baca dan di baca ulang. Isinya memberitahukan kepada kita bahwa kepemimpinan adalah sesuatu yang sangat penting. Semua orang bisa jadi pemimpin, dan semua orang memimpin, disadari atau tidak, pada saat-saat tertentu, pada tempat-tempat tertentu.