Ketika pencobaan dan kegagalan datang dalam hidup kita,siapkah kita?Kita selalu berseru dan bertanya,
”Tuhan….Tuhan dimana,kenapa Tuhan ga tolong saya?”
“Tuhan apa dosa saya,sehingga saya harus menanggung ini semua?”
“Tuhan….bagaimana saya nanti”
“Tuhan kenapa Tuhan izinkan saya alami hal buruk ini?”
Terburuk ketika kita berkata…
“Tuhan,aku kan anakMu,setia loh Tuhan,kenapa tetap kau izinkan pencobaan ini datang?”
Kita tidak pernah merencanakan patah-hati/putus cinta.
Kita tidak pernah merencanakan untuk gagal dalam bisnis.
Kita tidak pernah berpikir untuk bercerai
Kita tidak pernah berharap mempunyai anak yang cacat.
Kita tidak pernah berencana menjadi ”single” seumur hidup.
Kita tidak pernah berpikir mau memiliki sakit, apalagi sakit berat.
Kita tidak pernah mau berpikir tentang sedih...disakiti... atau dikhianati.
Karena kita selalu merencanaan dan berpikir tentang yang indah-indah,
Kita berpikir mendapat promosi di kantor,naik jabatan..
Kita berpikir menjadi kaya dan berkuasa,berhasil dalam setiap bisnis…
Kita selalu merencanakan untuk sukses.
Kita selalu berpikir sehat,cantik,ganteng,gagah.......
Kita selalu berpikir tentang kebahagiaan dan kepuasan.
Kita selalu berharap untuk bisa jatuh cinta... dan untuk dicintai selamanya.
Kita selalu berharap memiliki keluarga yang harmonis.
Itulah kita,MANUSIA.Akan tetapi kita sering lupa,
Manusia punya rencana. Allah pun di surga mempunyai rencana. Kadang sulit memahami rencana Tuhan apalagi jika rencana-Nya itu tidak sesuai bahkan bertentangan dengan rencana kita.
Dan apabila kita merasa bahwa pencobaan kita itu terlalu berat, kita jadi marah sama Tuhan!Menyalahkan Tuhan! Memang kita tidak bisa memilih sendiri salib yang harus kita pikul, kita hanya bisa terima... atau tolak. Namun kita bisa menyambutnya dengan sungguh percaya bahwa Dia tak akan pernah meninggalkan kita dan pencobaan itu tak pernah melebihi kekuatan kita.
Seringkali kita tidak menyadari ketika pencobaan itu mampir di hidup kita,kita seringkali lupa, bahwa ketika Tuhan izinkan pencobaan itu terjadi,Tuhan sudah mengirimkan sepaket dengan jalan penyelesaiannya.Tinggal kita sendiri mencari apa penyelesaian yang Tuhan kirimkan untuk kita.
Kadang-kadang Tuhan mengizinkan tubuh kita hancur supaya jiwa kita selamat.
Kadang hati kita terluka supaya Tuhan menyembuhkannya. Kadang kita mengalami kegagalan supaya kita belajar rendah-hati.
Kadang kita sakit agar kita memperhatikan dan memelihara kesehatan kita.
Kadang Tuhan mengambil segalanya dari kita supaya kita bisa belajar menghargai dan mensyukuri semua pemberian-Nya.
Jadi,masih perlukah kita berencana?Masih…Tetaplah membuat rencana tapi ingatlah bahwa Tuhan juga punya rencana, dan rencana-Nya jauh lebih sempurna untuk kita.
“Jalan Tuhan,bukan jalanmu……Serahkanlah pada Tuhan masa depanmu,Serahkan pada Tuhan seluruh hidupmu.Yakinlah bahwa apapun yang Tuhan berikan;cobaan sekalipun…yakinlah,Tuhan akan jadikan semuanya itu INDAH PADA WAKTUNYA”
Pengkotbah 3;11
setuju nof.. ini pengalaman hidup pribadi yah? bener.. serahkan kekuatiranmu pada Tuhan, biar dia yang memimpin jalan hidupmu, kita hanya kerjakan apa yg kita bisa saja dengan sungguh2.. :-)
ReplyDeleteDan memikirkan terus menerus sampe kita pusing? he.he.he.
ReplyDeleteberseraahhhhhhhhhhhhhhhh
ReplyDeletehehe.. iah bener berserah aja..
ReplyDeleteWaduh gak ada di kamus tuh soal berserah... di kamus aku adanya berusaha Wil.. inget walau Tuhan punya plan buat kita.. tapi kita ada kebebasan untuk melakukan segala sesuatu..
ReplyDeletekita di kasih talenta untuk di kembangkan... bukan cuma dibiarkan saja (Y) (Y)
iya maksudnya berserah itu bknnya jadi males ko bang...tp maksudnya tuh manusia berusaha Tuhan yang menentukan nah dalam proses kita menanti jawaban Tuhan kita harus berserah klo ga mah bisa gila hahahahha..... (Y)
ReplyDelete