Hati-Hati Makan Sosis!
Published 06/25/2008 - 9:29 a.m. GMT
Barangkali semua orang tahu sosis adalah makanan yang lezat. Makanan berbentuk bulat panjang dan berwarna merah atau coklat ini terbuat dari daging, bisa daging ayam, sapi, domba, ikan atau babi. Setelah diolah, daging-daging tersebut kemudian dibungkus dengan bungkus buatan atau usus hewan.
Sosis digemari banyak orang, karena selain rasanya lezat, makanan ini juga tergolong mudah disajikan. Bahkan belakangan ada sosis yang bisa langsung disantap tanpa perlu dimasak lagi.
Namun siapa yang menyangka dibalik kelezatan sosis ternyata ada bahaya yang mengancam, yakni kanker usus. Peringatan ini tidak main-main, bahkan para peneliti Inggris berungkali mengingatkan bahwa mengkonsumsi sosis satu batang per hari dapat meningkatkan resiko kanker usus.
Peneliti dari World Cancer Research Fund (WCRF) juga menegaskan bahwa 50 gram saja sosis yang dimakan setiap hari dapat meningkat penyakit kanker usus hingga 20 persen. Karena meski terasa enak ternyata daging sosis mengandung kolesterol dan sodium yang tinggi.
Selain itu, sosis juga mengandung bahan pengawet. Bahan pengawet inilah yang memungkinkan daging sosis dapat tahan berhari-hari. Bahan-bahan berbahaya lain yang terkandung dalam sosis adalah Mononatrium/ Monosadium Glutamat (MSG). Zat inilah yang membuat sosis terasa lezat meski tak menggunakan bumbu tambahan apapun saat disajikan. Seperti diketahui MSG sangat berbahaya jika dikonsumsi berlebih (lebih 6 mg gram per hari) karena dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan sebagainya.
Sejak setahun lalu, WCRF telah memperingatkan bahaya mengkonsumsi daging olahan, seperti sosis, ham, hot dog dan pastrami.
Mengapa berbahaya? Seperti dikemukan, daging olahan adalah daging yang mengalami proses kimiawi lanjutan. Berbeda dengan daging mentah biasa yang diolah atau dimasak sendiri.
Bukti peningkatan resiko bagi pengkonsumsi daging olahan telah banyak ditemukan. Dan penderita penyakit kanker usus ternyata adalah penikmat setia daging olahan.(yayat)
Sumber : http://www.kabarine ws.com/article. cfm?articleID= 31498
eleuh...gimana atuh sosis yg masuk perut saya dah ratusan kali nih... :roll:
ReplyDeleteGileee hari ini yg posting serem2 ya.. ha.ha.ha. :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:
ReplyDeleteklo sosisnya warnanya selain warna merah ato coklat boleh yah :wink:
ReplyDeleteEmang km mau sosis warna Biru Erl? :roll: :roll: :roll:
ReplyDeletewhakk gmana atuh.. mana hari ini mo BBQ an pula... ntar bisa2 klaperan ga bisa liat fireworks mlm2 hueheuheuhe...
ReplyDeleteTapi sosis kan enakkk.. emang kl yg buatan sini jga ada MSG nya gitu? Soalnya skrg2 di sini makanan2 or restoran2 suka tulis NO MSG..
trus ada temen kl makan makanan yg ada msg nya dia bisa migraine parah banget sampe bisa masup RS... tapi dia ok2 aja kayanya makan sosis... hm.. ntar kudu tanya dia kali yah..
kasian temennya jadi indikator gitu..wakakak.. suruh jadi tester aja dorothy, kalo dia migrain, u jangan makan.. hihii..
ReplyDeletemungkin harus sosis yg dibuat sendiri, jadi jelas tanpa pengawet.. tapi gmn caranya ya? belon pernah tau cara bikin sosis.. wakakaka..
ReplyDeleteDoty, Sosis suami tuh tanpa MSG :roll:
ReplyDeletesosis pasir kaliki gimana donk?
ReplyDeleteitu ma laku abis, so ngak ada stok barang lama!
yang pakai bahan pengawet kayaknya bukan hanya sosis saja toh... jadi kalau dipikirin ntar lama2x kita makan cuma salad sama lotek doang deh..
ReplyDeletejadi makan sih Enjoy sajaa..... :wink: