Misteri Batu Malin Kundang Terpecahkan di Oxford University
London, 23 May 2008
Para ilmuwan di Univeritas Oxford baru-baru ini telah memecahkan misteri batu Malin Kundang di tanah Minang.
Sekian lama batu yang menyerupai sosok tokoh Malin Kundang tersebut, dalam cerita rakyat Minang, diyakini hanya merupakan cerita legenda belaka.
Namun para ahli sekarang telah mengetahui bahwa batu tersebut diawetkan dengan formula canggih -khas resep indonesia- yang kehebatannya melebihi ramuan para Mummi dari Mesir.
Formula rahasia Malin Kundang terkuak setelah ditemukan sisa-sisa cairan yang terdapat pada botol, terkubur secara aman, tak jauh dari batu Malin Kundang.
Pada label botol tersebut tertulis dengan jelas “FOR: Malin” yang artinya “untuk Malin”. Penduduk sekitarnya -dan rakyat Indonesia pada umumnya- biasa menyebut “formalin” yaitu sebuah resep rahasia nenek moyang yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat, namun karena kenaikan harga BBM dan krisis yang berkepanjangan, formalin saat ini lazim dipakai untuk mengawetkan tahu, ikan asin, bakso, mie basah dan tentu saja… mayat, seperti dapat terlihat pada batu Malin Kundang yang masih tetap awet sampai sekarang di tanah Minang.
hahhahahah masuk akal "for malin" (Y) (Y)
ReplyDeletekalau For: Marlin kedengerannya kayak bule. Kenapa gak "Boeat: Kundang" kan kedengeran lebih khas Djaman Doloe. :-D
ReplyDeletehehehe... namanya juga joke can!
ReplyDeletekalo boeat malin ma jadi ngak lucu atuuu!
mohon dimaklumi.
wkwkwk!
namanya jg di temukan oleh org2 bule..makanya ejaannya for malin....hehehehehe...
ReplyDeletepantesan yah indonesia ga bisa mecahin misteri batu malin kundang soalnya pasti mentoknya di kata "boeat malin" hahahhaha
mungkin jaman dulu ibunya malin kundang sudah bisa bahasa inggris, atau pernah ikutan kursus EF minimal.. wakakaka..
ReplyDeleteBapanya Malin bule kali. jadi ada inggrisnya dikit2x...
ReplyDelete